Pahami Desain Berpola Garis Untuk Mendukung Kesan Pada Sebuah Desain Interor

Desain Interior

Salah satu bagian dari desain interior desain adalah memahami pengaruh desain garis terhadap tampilan sebuah ruangan. Penggunaan jasa kontraktor interior Jakarta merupakan pilihan tepat bila anda tidak menguasai konsep interior. Mereka dapat memberikan rekomendasi tata letak, pencahayaan, tata ruang serta berbagai atribut berpengaruh pada sebuah hunian. Garis yang berbentuk horizontal, vertikal, melengkung atau dinamis membantu membentuk ruangan serta memberikan ilusi yang memanipulasi kekurangan sebuah ruang menjadi lebih baik.

Prinsip Dasar Garis dan Kesan yang Diberikan Pada Ruangan

Merancang baik hunian perumahan, hotel, atau perkantoran semua memerlukan desain garis yang dapat memandu pandangan kita. Gaya interior minimalis menciptakan banyak kesan mendalam dengan penggunaan desain struktural yang menitik beratkan pada desain garis. Bahkan furnitur dan objek dekorasi lainnya yang membentuk harmoni, serta kesinambungan secara geometris terlihat efisien sesuai dengan layout serta keinginan penghuni rumah. Berikut adalah beberapa kesan yang terpatri pada jenis garis tertentu secara umum.

1. Garis Horizontal – Ruangan Lebih Besar

Garis-garis horizontal pada wallpaper di dinding atau kerai jendela memberikan kesan stabil dan membuat ruangan jauh lebih luas daripada ukuran sebenarnya. Desainer interior menyorot desain garis horizontal untuk ruangan kecil sehingga memerikan ikusi yang membuat ruangan lebih luas dan melebar. Menggunakan perabotan yang juga lebar akan menambah kesan luas serta memberikan kesan kesinambungan antara struktur arsitektural dengan desain interior.

2. Garis Vertikal – Ruangan Lebih Tinggi 

Bila garis horizontal memberi efek luas maka garis vertikal membuat kesan ruangan lebih tinggi. Garis ini dapat dihasilkan dengan memasang jendela dan kusen pintu yang memanjang. Penempatannya yang ganda atau bahkan lebih selain memberi kesan sirkulasi dan pencahayaan baik, juga membuat ruangan lebih tinggi. Kesan bebas dan fungsional ini sangat cocok untuk ruangan dengan platfon rendah. Dengan garis vertikal diterapkan pada kantor dan hotel, keterbatasan ruangan akan menjadi lebih tinggi dan jauh dari kesan sesak. Dasar psikologi inilah yang digunakan kontraktor hotel dalam mendesain sebuah hunian dengan berbagai pertimbangan agar ekspektasi tercapai.

3. Garis Diagonal – Memberikan Nuansa Luas

Garis yang memotong ruangan dari atas kebawah atau sebaliknya, memberi kesan yang kurang lebih sama dengan garis horizontal. Namun karena penarikannya gang unik maka desain dengan menggunakan garis diagonal akan menarik perhatian. Penggunaannya seriang anda temukan pada bentuk tangga. Sehingga garis diagonal menghubungkan ruangan atas dan bawah agar menyatu dan merubah konstruksi tinggi menjadi lebih lebar.

4. Garis Melengkung – Dinamis

Bila desain lain seperti vertikal, horizontal bahkan diagonal memiliki bentuk yang lurus dan stabil, garis lengkungan lebih dinamis. Tampilan ruangan dengan adanya wallpaper, bentuk dekoratif perabotan atau motif karpet yang melengkung memberikan sentuhan volume yang dinamis pada ruangan. Kesan yang diberikan lebih relaks dan lugas tidak setegas desain garis lurus lainnya. Oleh karena itu tampilan ruangan menjadi lebih bersahabat.

5. Garis Zig-Zag – Menarik Perhatian

Seperti garis yang terbentuk melalui sebuah pola atau tidak beraturan. Garis zig-zag memberikan variasi pandangan yang menarik perhatian. Penggunaan pola ini harus hati-hati agar tidak terlalu dominan dan membuat ruangan terlihat penuh. Namun sangat pas untuk ruangan netral jadi menjadi titik pusat perhatian pandangan ketika memasuki ruangan. Hal ini juga berlaku pada motif lainnya seperti kotak, honeycomb atau bentuk geometris lainnya.